Kalau mendengar kata pangan, apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu? Nasi mungkin menjadi salah satu jawabannya. Padahal, Indonesia memiliki beragam sumber pangan yang dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari singkong, jagung, dan aneka umbi-umbian hingga kacang-kacangan.
Di Bantul dan sekitarnya, kamu bisa menemukan gatot, tiwul, grontol, tempe benguk, bakmi lethek, hingga geplak. Selain menawarkan cita rasa khas, makanan tersebut juga memperlihatkan kekayaan pangan dan tradisi masyarakat setempat.
Momentum Hari Pangan Sedunia setiap 16 Oktober menjadi pengingat untuk mengenal dan memanfaatkan keberagaman sumber pangan. Yuk, intip 14 olahan pangan lokal yang menarik untuk kamu kenali saat berkunjung ke pasar tradisional!
Apa Itu Diversifikasi Pangan?
Diversifikasi pangan adalah upaya memperluas keragaman bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Artinya, sumber pangan tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga dapat berasal dari singkong, jagung, ubi, sukun, dan bahan pangan lainnya.
Bukan berarti harus meninggalkan nasi, diversifikasi pangan mengajak kita mengenal dan memanfaatkan berbagai sumber pangan sesuai kebutuhan. Salah satu cara sederhananya adalah dengan mengenal makanan tradisional yang dijual di pasar.
14 Olahan Pangan Lokal yang Menarik untuk Dikenal
Beragam Olahan Pangan LokalPasar tradisional menyimpan banyak cerita tentang pangan lokal. Berikut 14 contoh olahan yang bisa kamu kenali, mulai dari makanan berbahan dasar singkong hingga jajanan tradisional yang populer di Yogyakarta dan sekitarnya.
Olahan Singkong
1. Gatot
Gatot dibuat dari singkong yang dikeringkan menjadi gaplek, kemudian diolah hingga berwarna cokelat kehitaman dan bertekstur kenyal. Biasanya, gatot disajikan dengan parutan kelapa dan gula.
2. Tiwul
Tiwul berasal dari gaplek yang diolah menjadi tepung, lalu dikukus hingga menyerupai butiran nasi. Dahulu, tiwul menjadi makanan pokok di sejumlah wilayah dan kini juga dinikmati sebagai jajanan tradisional.
3. Growol
Growol merupakan makanan tradisional berbahan dasar singkong yang dikenal di Kulon Progo, Yogyakarta. Proses pembuatannya melibatkan perendaman dan fermentasi singkong sebelum diolah lebih lanjut. Growol menjadi salah satu contoh pemanfaatan singkong sebagai pangan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
4. Kerupuk Singkong
Singkong juga dapat diolah menjadi kerupuk yang renyah untuk camilan maupun pelengkap makanan. Pengolahannya memperlihatkan bagaimana satu bahan pangan dapat dimanfaatkan menjadi produk dengan bentuk dan karakter berbeda.
5. Bakmi Lethek
Salah Satu Kuliner TradisionalBakmi lethek merupakan kuliner khas Srandakan, Bantul, yang menggunakan bahan berbasis singkong, termasuk gaplek. Warnanya cenderung kusam dibandingkan bakmi pada umumnya, menjadi salah satu ciri khas kuliner tradisional ini.
Olahan Jagung
6. Grontol
Grontol dibuat dari jagung pipil yang direbus hingga empuk, kemudian disajikan dengan parutan kelapa dan sedikit garam. Perpaduan rasa gurih dan tekstur jagung menjadikannya camilan tradisional yang sederhana.
Olahan Umbi dan Buah
7. Kimpul dan Gethuk Kimpul
Pernah melihat tren “Karena tidak ada, saya ganti dengan kimpul” di media sosial? Kalimat tersebut mengajak kita mengenal kembali salah satu bahan pangan lokal yang mungkin belum banyak diketahui.
Kimpul merupakan salah satu jenis umbi yang dapat diolah menjadi makanan setelah melalui proses pengolahan yang tepat. Selain direbus atau dikukus, kimpul juga dapat dikembangkan menjadi olahan tradisional, seperti gethuk kimpul.
8. Sukun
Sukun dapat diolah menjadi beragam hidangan, seperti sukun goreng dan sukun kukus. Teksturnya yang khas membuat buah ini cocok dinikmati sebagai camilan maupun sajian rumahan.
Olahan Kacang-kacangan
9. Tempe Benguk
Berbeda dari tempe pada umumnya yang menggunakan kedelai, tempe benguk dibuat dari biji koro benguk. Makanan tradisional ini dikenal di Yogyakarta sebagai salah satu bentuk pemanfaatan kacang-kacangan lokal. Koro benguk perlu diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.
Jajanan Tradisional dan Olahan Pati
10. Cenil
Makanan Cenil dan KleponCenil memiliki tekstur kenyal dan biasanya disajikan dengan parutan kelapa serta gula. Warna-warni cenil membuatnya mudah dikenali di antara aneka jajanan pasar.
11. Klepon
Klepon berbentuk bola-bola kecil yang umumnya dibuat dari tepung ketan, diisi gula merah, dan dibalut parutan kelapa. Isian gula merahnya memberikan sensasi manis saat digigit.
12. Ongol-ongol
Ongol-ongol merupakan kue tradisional bertekstur kenyal yang umumnya dibuat dari tepung sagu atau tapioka. Kue ini biasanya dipotong kecil-kecil dan ditaburi parutan kelapa.
13. Bakmi Pentil
Bakmi pentil merupakan kuliner tradisional Bantul yang dikenal dengan bentuk relatif tebal dan tekstur kenyal. Bakmi ini umumnya menggunakan tepung tapioka sebagai bahan utama.
14. Geplak
Geplak adalah camilan manis yang identik dengan Bantul. Terbuat dari kelapa parut dan gula, geplak memiliki warna beragam serta menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah tersebut.
Mengapa Keberagaman Pangan Lokal Penting?
Mengenal makanan tradisional bukan hanya soal mencoba rasa baru. Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan:
- Mengenal keragaman pangan. Singkong, jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan menawarkan pilihan sumber pangan selain beras.
- Menjaga warisan kuliner. Mengenal makanan tradisional membantu memperkenalkan pengetahuan dan kebiasaan kuliner kepada generasi berikutnya.
- Menggali potensi wisata daerah. Makanan khas dapat menjadi daya tarik yang memperkenalkan identitas suatu daerah.
- Mendukung usaha lokal. Membeli produk dari pedagang dan produsen setempat turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: [Pasar Suwatu Minggu Legi: Sensasi Liburan ala Bali di Jogja yang Wajib Masuk Itinerary!]
Pasar Tradisional, Tempat Mengenal Pangan Lokal Lebih Dekat
Mengenal Pangan Lokal Lebih DekatPasar tradisional bukan sekadar tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kamu juga bisa menemukan aneka bahan pangan, jajanan, dan makanan olahan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Agar kunjunganmu lebih berkesan, coba beberapa aktivitas berikut:
- Datang pada pagi hari untuk mencari beragam jajanan dan bahan pangan.
- Tanyakan bahan serta cara pengolahan makanan kepada pedagang.
- Cicipi makanan yang belum pernah kamu coba.
- Beli secukupnya agar bisa mencicipi beberapa jenis makanan tanpa berlebihan.
- Mintalah izin sebelum memotret pedagang atau tempat usaha mereka.
Ingin mengenal kuliner lokal lebih dekat? Kamu bisa menjadikan pasar tradisional sebagai titik awal perjalanan, lalu melanjutkan kunjungan ke destinasi alam, budaya, atau kerajinan di sekitarnya.
Baca Juga: [Bukan Sekadar Pakai Batik, Ini Cara Bermakna Memperingati Hari Batik Nasional di Kampung Batik Giriloyo]
Jelajahi Wisata Kuliner Bersama ARENA Trip dan ARENA Transport
Menjelajahi kuliner lokal bisa menjadi cara menarik untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia. Setiap makanan tradisional menyimpan cerita tentang bahan pangan, kebiasaan, dan tradisi masyarakat setempat.
Melalui ARENA Trip, kamu bisa merencanakan perjalanan untuk mengenal destinasi wisata, budaya, dan kuliner lokal sesuai kebutuhan. Agar perjalanan ke berbagai destinasi lebih praktis, ARENA Transport juga bisa menjadi pilihan untuk mendukung kebutuhan transportasimu.
Jadi, kuliner lokal mana yang paling ingin kamu coba? Yuk, rencanakan perjalananmu bersama ARENA dan temukan pengalaman baru di setiap destinasi!
